Kebosanan itu seolah membangunkanku bahwa jiwaku tak lagi di sana. Fisik setiap hari duduk manis di depan computer, melakukan hal yang sama setiap harinya.

Mengerjakan semua sesuai SOP yang sudah diatur sedemikian rupa.

Namun seketika jiwaku meronta seolah berteriak bahwa sang jiwa sudah tak ingin lagi di sana.

Kebosanan yang berkepanjangan itu memunculkan kegundahan dan kegelisahan teramat sangat dan tiada henti.

Kupikir mungkin karena bosan biasa aja, namanya bekerja sudah lebih dari 5 tahun, pasti ada saat dimana pasti bosan dan jenuh.

Aku mencoba untuk tidak menghiraukan kebosanan itu dan menjalaninya dengan segenal tenaga supaya tetap bertahan.

Aku tidak memiliki keberanian untuk pindah kerja.

Perusahaan yang sudah menemaniku lebih dari 5 tahun itu, memberikan banyak fasilitas, gaji yang cukup, bonus yang royal yang membuatku cukup “kuat” untuk bertahan dalam “siksaan” batin yang lama mendera.

Hingga dititik puncak kegundahan yang tak terbendung lagi, aku tersadarkan semua itu sebuah ketukan pintu kesadaran
untuk memenuhi teriakan jiwa yang meronta-ronta untuk bergerak menuju tempat sejatinya.

Dan pada tahun ke-10 aku bekerja, aku berani mengatakan dengan lantang pada diriku sendiri “sudah cukup aku di sini, perusahaan ini,

tidak ada lagi yang aku cari, dan aku akan mencari diriku dengan peranan yang dititipkanNya untukku yang sesuai dengan panggilan sang jiwa”

Sebagian orang mengatakan keputusan ini sangat lamban, sebagian lagi bilang aku sangat berani dalam mengambil keputusan untuk berhenti total meninggalkan bidang keuangan yang sudah lebih dari 15 tahun menemaniku sejak kuliah di jurusan perbankan.

Menanggalkan segala “kenikmatan dan kenyamanan” yang diberikan perusahaan dengan rutinitas harian yang pasti tanpa perlu memeras otak untuk bisa dapat uang.

Ketika aku memutuskan untuk berhenti, aku tidak tahu, mau kemana langkahku, menjadi apa, siapa dan kenapa aku ada.
Aku hanya tau jiwaku bukan lagi di sana, tapi entah di mana dan mau kemana.

Aku hanya tau, aku tidak ingin lagi menjadi robot kehidupan denga menjalani SOP yang sudah diatur tanpa mampu berkreativitas.

Aku hanya tau tidak mau menjalani kehidupan seperti “zombie” manusia kering tanpa ruh, tanpa gairah, tanpa energi yang selalu tumbuh setiap harinya.

Aku hanya tau, aku tidak ingin lagi menjadi looser, menjadi manusia anomaly yang berbeda karakter dan kebiasaan dengan tipe orang-orang yang bekerja di bidang keuangan.

Aku hanya tau apa yang aku kerjakan saat itu sangat “GAK GW BANGET” danĀ  aku yakin aku bisa menemukan yang “GW BANGET” dan bisa menjadi sebaik-baiknya manusia di muka bumi ini sesuai dengan peranan yang dititipkanNya.